Explore Bali Pt.2

Heyyeeeah! Aku akan lanjutin lagi cerita liburan seru aku di Bali. Explore Bali pt.2, Staaaaart!

6. Tirta Gangga


                         Source : @nadeanads

     Objek wisata Tirta Gangga Bali berada di kabupaten Karangasem, kabupaten yang berada di Bali Timur. Nama dari objek wisata Tirta Gangga, berasal dari kata Tirta yang berarti air suci dan Gangga yang artinya nama sungai di India. Taman air Tirtagangga Karangasem, dibangun pada tahun 1946 oleh raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Komplek taman Tirta Gangga Karangasem sebelumnya pernah hancur oleh letusan gunung Agung pada tahun 1963. Pemerintah kabupaten Karangasem membangun kembali taman ini dan diperuntukan untuk kawasan wisata.

Sejarah Singkat
     Tirta Gangga adalah bekas istana kerajaan yang terletak di bagian timur Pulau Bali, Indonesia sekitar 5 kilometer dari Karangasem dekat Gunung Agung. Taman ini terkenal karena istana airnya, yang dimiliki oleh Kerajaan Karangasem.Tirta Gangga secara harfiah berarti air dari sungai Gangga yang merupakan penghormatan kepada masyarakat Hindu Bali. Nama ini mengacu pada istana air yang dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung. Namun, nama ini juga digunakan untuk merujuk pada wilayah yang meliputi istana air beserta daerah pedesaan yang subur di sekitarnya. Istana Air Tirta Gangga berupa labirin kolam dan air mancur yang dikelilingi oleh taman yang rimbun serta patung-patung. Kompleks seluas satu hektar ini dibangun pada tahun 1946 oleh almarhum Raja Karangasem tetapi hampir hancur seluruhnya akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963.Kemudian dibangun kembali dan dipulihkan. Daerah di sekitar Tirta Gangga terkenal dengan teras-teras sawahnya.
     Taman Tirtagangga memiliki luas sekitar 1,2 hektar dan dibentuk menjadi tiga bagian. Ada bagian yang berisi kolam teratai dan air mancur, kolam renang permandian, dan istana raja. Tempat ini dirancang dengan perpaduan gaya Cina dan Bali sehingga memiliki arsitektur yang sangat unik. Tirtagangga memiliki pemandangan indah yang bernuansa pedesaan. Perpaduan antara bunga teratai, gemericik air, dan gerakan anggun ikan-ikan mengisi setiap sudut di tempat ini. Pengunjung juga diperbolehkan untuk berenang di kolam renang dan menikmati percikan dua mata air di Tirtagangga. Kolam renang dan patung-patung di sekitar taman tirtagangga membuat tempat ini terlihat sangat berkelas. Inti dari Tirtagangga Bali adalah air mancur bertingkat sebelas dan terdapat ukiran menakjubkan yang menghiasi berbagai taman. 
source : (http://id.balibalibeach.com/sejarah/tirtagangga-taman-istana-kerajaan/ ; wikipedia indonesia) 

     Aku jalan-jalan ke Tirta Gangga sekitar tanggal 26 atau 27 juni gitu. Pas kesana nggak terlalu ramai pengunjung. Jadi lebih leluasa buat potret sana-sini. Banyak juga wisatawan asing yang juga menikmati indahnya Tirta Gangga ini. Perjalanan kesini gabutuh waktu lama sih, tapi jalanan khas dataran tinggi sempet bikin mual-mual gitu. Tempat ini bagus banget buat kalian yang pengen  cari suasana adem-adem gitu. Nggak segede Taman Ujung, tapi tetep epic gitu tempatnya. Disini juga ada tempat mandi Raja jaman dulu, tapi sekarang udah bisa dipakai mandi bareng-bareng wisatawan yang datang. Harga tiket masuk dibandrol 10.000 per orang, tapi kalau kalian mau sekalian berendam di kolam pemandian kalian harus menambah sekitar 6.000 per orang. Dari beberapa tempat wisata yang aku kunjungin, tiket masuknya murah banget. Tapi bakalan puas kalo udah masuk ke tempat wisatanya. Bakalan susah moveon jugaaaaaak :(((


7. Tampak Siring (Pura Tirtha Empul & Istana Presiden)


Source : @nadeanads

Istana Tampaksiring ini berada di Kabupaten Gianyar Bali. Alamat lengkapnya Jalan Tirta, Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali 80552. Jarak dari Denpasar ke Tampaksiring sekitar 55km atau butuh waktu 1 jam 40 menit (kalau nggak macet). Biasanya bisa ditempuh pake mobil atau ikut rombongan tour gitu. Kalau untuk transportasi umum kemungkinan ada sih. Tapi belum sempet tahu hehe.

Sejarah Singkat
     Istana Tampaksiring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah legenda yang terekam pada daun lontar Usana Bali nama itu berasal dari bekas tapak kaki seorang raja yang bernama Mayadenawa. Raja ini pandai dan sakti, namun sayangnya ia bersifat angkara murka. Ia menganggap dirinya dewa serta menyuruh rakyatnya menyembahnya. Akibat dari tabiat Mayadenawa itu, Batara Indra marah dan mengirimkan bala tentaranya. Mayadenawa pun lari masuk hutan. Agar para pengejarnya kehilangan jejak, ia berjalan dengan memiringkan telapak kakinya. Dengan begitu ia berharap para pengejarnya tidak mengenali jejak telapak kakinya.
     Namun, ia dapat juga tertangkap oleh para pengejarnya. Sebelumnya, ia dengan sisa kesaktiannya berhasil menciptakan mata air yang beracun yang menyebabkan banyak kematian para pengejarnya setelah mereka meminum air dari mata air tersebut. Batara Indra kemudian menciptakan mata air yang lain sebagai penawar air beracun itu yang kemudian bernama "Tirta Empul" ("air suci"). Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa dengan berjalan sambil memiringkan telapak kakinya itu terkenal dengan nama Tampaksiring. Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden RI beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara.
     Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 m dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 m dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima

source : wikipedia indonesia


     Aku berkunjung ke tempat ini tahun 2013 yang lalu. Udah lama sih, tapi sampai sekarang tempat ini masih eksis jadi tempat wisata favorit wisatawan intl maupun domestik. Untuk harga tiket masuknya Rp15.000 / orang. Untuk biaya retribusi parkir Rp5000 / mobil. Harga yang aku sebutin itu bisa berubah sewaktu-waktu dan bisa per-season. Mungkin waktu liburan season harganya bisa 2 kali lebih mahal. Lupa-lupa ingat sama tempat ini, tapi bagus kok tempatnya. Di dalem ada pemandian gitu. tapi sayangnya pas aku kesana ada acara gitu, ya gagal mau mandi disana he he. 

8. Wisata Desa Penglipuran

          Source: @nadeanads

        Desa Adat Penglipuran ini terletak di Kabupaten Bangli, Bali. Jarak dari Denpasar sekitar 58km atau sekitar 1 jam 45 menit (kalau nggak macet sih ya). Lokasi Desa Penglipuran Bangli berada di ketinggian sekitar 600 – 700 meter dari permukaan laut. Alamat lengkapnya tuh, ini nih Jalan Rambutan, Gang III A1, No. 6, Bangli, Kawan, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80613. Oiyaa menurut sumber yang aku baca belum ada transportasi yang langsung dari Denpasar ke Penglipuran tanpa sewa mobil atau nyetir sendiri atau ikut paket tour ya. Jadi kalau mau kesini emang harus nyewa mobil atau ikut paket tour.

Sejarah Singkat
        Awal mula keberadaan Desa Penglipuran sudah ada sejak dahulu, konon pada zaman Kerajaan Bangli. Para leluhur penduduk desa ini datang dari Desa Bayung Gede dan menetap sampai sekarang, sementara nama “Penglipuran” sendiri mempunyai makna sebagai Penghibur/Penglipur hati raja yang pada saat itu raja sedih karena tidak ada orang yang dapat dipercaya dan beliau mencari orang yang jujur, yang pada akhirnya beliau temukan ketika sedang merenung sambil mengamati penduduk desa yang kini bernama penglipuran ini. 
        Namun, dari sudut pandang sejarah dan menurut para sesepuh, kata Penglipuran berasal dari kata “Pengeling Pura” yang berarti tempat suci mengenang para leluhur. Tempat ini sangat berarti sejak leluhur mereka datang dari desa Bayung Gede ke Penglipuran yang jaraknya cukup jauh, oleh karena itu masyarakat Penglipuran mendirikan pura yang sama sebagaimana yang ada di desa Bayung Gede. Dalam hal ini berarti masyarakat Penglipuran masih mengenal asal usul mereka. Pendapat lain mengatakan bahwa Penglipuran berasal dari kata “Penglipur” yang berarti “penghibur” karena pada jaman kerajaan tempat ini dijadikan tempat peristirahatan.


Source : http://galeri-reportrip0.blogspot.co.id/2016/07/sejarah-desa-adat-penglipuran.html ; https://www.rentalmobilbali.net/penglipuran-bali/

      Aku ke Penglipuran sekitar abis lebaran tahun 2016. Karena Papa minta wisata yang nggak ke pantai lagi (bosen katanya hehe). Akhirnya setelah search dan tanya-tanya ke saudara yang tinggal disana, mereka pada rekomendasiin tempat ini. Okelah akhirnya meluncur pake mobil pribadi dengan sopir papa. Kita cuma mengandalkan penunjuk jalan warna ijo-ijo itu. Di Bali tuh lengkap banger arah-arahnya. Jadi menurutku kemungkinan nyasar sedikit sih. Berangkatnya harus pagi yaa, soalnya kalau jarak kalian mayan jauh jadi lebih siang dan panaas bok. Kemaren karena rada mendung gitu jadi aman. Biaya masuknya buat wisatawan lokal cukup 15.000 aja per orang, kalau masih dibawah 3 tahunan biasanya gratis. Parkir kayak biasanya sih mobil 5.000-an. Di desa ini gak ada motor soalnya mau masuk desa tuh pake undakan. ada sih motor pas kesana tapi di dorong sampe keluar daerah desa baru bisa distarter gitu. Jadi bye-bye polusi hehe. Rumah disini semua modelnya samaan macem perumahan gitu. Ada gerbang masuknya, semacam masuk ke istana. Keren buat foto-foto trus di upload hehe. jalanan juga bukan aspal, dari batu-batu gitu, jadi gak panas. Makanan khas seperti makanan bali pada umumnya. Tapi ada minuman khas desa situ namanya " loloh cemceman", gue gak tau pasti tuh dari apa keknya itu dari dedaunan apa dari air singkong gitu (hanya mama yang tau wkwkw, gue gak mau nyoba karena warnanya ijo). Tapi kata mama yang asli sana, minuman ini udah ada sejak lama nggak hanya di Gianyar, Klungkung pun ada tapi beda aja gitu. Aku disana mungkin sampai jam 13.00 WITA trus lanjut ke Danau Batur, Kintamani.

9. Danau Batur

     Danau ini terletak di daerah Kintamani Kabupaten Bangli. Jarak dari Denpasar ke Kintamani sekitar 70km atau 2 jam perjalanan via darat (kalau nggak macet). Danau Batur ini sendiri merupakan danau terluas yang ada di bali, Letak danau ini terdapat pada ketinggian 1.050 diatas permukaan air laut. Air danau ini sangat alami karena berasal dari air hujan dan rembesan air dari hutan yang ada di pehunungan. Luas permukaan danau ini sekitar 16 Kilometer persegi dengan kedalaman berfariasi berrata-rata kedalaman 50,8 meter.

                                                    Source: @nadeanads


Sejarah singkat
     Kawasan Gunung Batur terkenal sebagai objek wisata andalan Kabupaten Bangli. Konon menurut cerita dalam Lontar  Susana Bali, Gunung Batur merupakan puncak dari Gunung Mahameru  yang dipindahkan Batara Pasupati untuik dijadikan Sthana Betari Danuh (istana Dewi Danu). Pada waktu tertentu, seluruh umat Hindu  dari berbagai daerah di Bali datang ke Batur menghaturkan Suwinih untuk mengusir bencana hama yang menimpa ladang mereka. Dengan menghantarkan suminih ini maka kawasan gunung Batur menjadi daerah yang subur.Daerah yang dapat ditonjolkan sebagai objek wisata adalah kawah, kaldera dan danau. Terdapat aliran air dalam tanah yang mengalirkan air Danau Batur, yang muncul menjadi mata air di beberapa tempat di Bali dan dianggap sebagai "Tirta Suci"
     Wisata budaya yang terdapat di kawasan Gunung Batur adalah  Trunyan. Meskipun seluruh penduduk Trunyan beragama Hindu seperti umumnya masyarakat Bali, mereka menyatakan bahwa Hindu Trunyan merupakan Hindu asli warisan kerajaan Majapahit. Di sebelah utara Trunyan terdapat kuban, sebuah tempat makam desa, namun jenazah tidak dikuburkan atau dibakar, melainkan diletakkan di bawah pohon setelah dilakukan upacara kematian yang rumit. Tempat pemakamanan ini dipenuhi oleh tulang-tulang, dan bisa jadi kita menemukan mayat yang masih baru.
     Selain itu ada cerita rakyat dari masyarakat Bali tentang terbentuknya Danau ini yaitu kisah tentang Kebo Iwa. Diceritakan bahwa ada sepasang suami istri yang tidak segera diberikan keturunan akhirnya berdoa kepada Sang Hyang Widi Wasa kemudian lahirlah Kebo Iwa. Kebo Iwa memiliki sifat tempramen yang tinggi juga nafsu makan yang besar sehingga masyarakat yang tinggal disana juga bergotong royong untuk menyediakan makanan. Suatu hari pada musim panceklik, kepala desa mengatakan kepada Kebo Iwa untuk menggali tanah agar airnya dapat digunakan untuk mengaliri sawah begitu kata kepala desa. Kemudian setelah jadi kolam yang banyak airnya Kebo Iwa di kubur didalamnya oleh warga desa. Akhirnya terbentuklah Danau Batur seperti yang dilihat sekarang.  cerita ini bisa kalian lihat full versionnya via google atau baca buku cerita rakyar, aku hanya menceritakan garis besarnya saja.(Karena ini cerita rakyat keakuratannya juga belum dapat dipastikan, tapi untuk menjunjung tinggi nilai sejarah kita tidak boleh melupakan cerita ini)

Source : https://wisatabaliutara.com/2014/12/danau-batur-kintamani-di-bali.html/ ; https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Batur ; http://dongengceritarakyat.com/cerita-anak-rakyat-bali-legenda-asal-mula-danau-batur/
      
     Aku kesini udah 2 kali. Yang pertama tahun 2013 tapi waktu itu kabut tebal banget, jadi cuma sebentar aja karena gak kuat dingin dan bener-bener gak kelihatan apa-apa. Yang kedua itu tahun 2016 habis lebaran. Alhamdulillah nggak ada kabut jadi bisa lihat danau dari spot yang tersedia. Sebenernya ada dua cara menikmati keindahan danau ini, pertama itu caranya kayak aku nonton dari spot yang tersedia jadi lihat danaunya dari jauh aja nggak beneran sampai pinggir danau. Karena setau aku di Bali itu kalau kita lagi period (khususnya perempuan) gabisa sembarang masuk daerah disana. Jadi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan aku dan keluarga selalu milih nonton dari jarak jauh (karena gabisa dipastikan dari kami siapa yang sedang period kalau lagi jalan-jalan). Lalu cara kedua kalian bisa turun kebawah ngikutin jalan sampai pinggir danau bisa juga nyebrang ke desa Trunyan. Ini desa yang terkenal sama kuburan yang berbau wangi itu walaupun mayatnya cuma digletakin diatas tanah. Mungkin pemandangannya lebih bagus dari bawah karena deket banget sama danaunya juga. Ada juga tempat penginapan kalau emang mau nginap di hotel dengan pemandangan danau Batur kalau pagi dan bisa juga sewa perahu buat keliling danau ini Foto yang aku lampirin diatas tuh aku ambil dari spot foto yang tersedia, banyak yang jual pernak-pernik juga kok disini jadi bisa sekalian belanja. Ada juga Museum GeoPark sebelum masuk spot foto ini, tapi sayang aku nggak dapet kesempatan kesana karena pas itu ramai terus (kebanyakan ada rombongan study tour).

10. Pura Ulun Danu Beratan

     Danau Baratan ini terletak di desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Bali. Jarak dari Denpasar sekitar 55km atau 1 jam 30 menit via darat. Jalan masuk ke arah Bedugul berkelok-kelok karena memang berada di ketinggian. Seperti di daerah Tawangmangu Jawa Tengah ataupun Sarangan Jawa Timur.

                     Source: @nadeanads


Sejarah singkat
     Asal nama Bedugul dari kata “bedug” dan “kul-kul”, dua kata tersebut merupakan dua buah alat yang menghasilkan bunyi-bunyian. Bedug merupakan alat musik khas umat muslim dan diletakkan juga di masjid-masjid, sedangkan Kul-kul adalah kentongan yang digunakan sebagai tanda untuk komunikasi masyarakat Bali. Dan di kawasan ini ada sebuah masjid berdiri di pinggir jalan, perpaduan dua kata dari dua budaya berbeda ini, merupakan akuluturasi budaya yang sudah terjaga baik di Bali. Ada versi lain juga yang muncul asal dari kata Bedugul tersebut muncul ketika ada seorang raja mandi di danau Beratan, kemudian dilihat oleh warga sekitar dan mengatakan “bedogol raja kelihatan” sehingga kata bedogol tersebut sekarang menjadi Bedugul.Pura Ulun Danu di Danau Beratan Bedugul tersebut dari urain sejarah dalam lontar Babad Mengwi, bahwa di kawasan ini terdapat dua peninggalan sejarah yaitu sarkopagus dan juga papan batu yang berasal dari jaman Megalitikum, sehingga terbilang sudah cukup kuno dan tua, berasal dari tahun 500 SM. Jadi tempat ini sudah digunakan sebagai tempat melakukan ritual sejak jaman megalitikum. Kedua artefak tersebut sekarang diletakkan di dalam pura. Kalau sejarah keberadaan pura Ulun Danu dikaitkan dengan nama Bedugul rentang waktunya sangat jauh, perbandingannya jaman Megalitikum dengan masuknya Islam ke Bali kalau dikaitkan dengan kata “bedug” pada nama Bedugul. Pura Ulun Danu di danau Beratan Bedugul tersebut didirikan sebelum tahun 1634 Masehi, sedangkan artefak yang ada di pura tersebut diperkirakan sudah ada 500 tahun sebelum masehi. Semenjak berdirinya pura tersebut kerajaan Mengwi menjadi termahsyur dan raja diberi gelar ” I Gusti Agung Sakti” oleh rakyatnya. Pura Ulun Danu Beratan ini diempon atau dipelihara oleh 4 desa satakan atau “gebug satak”, yang terdiri dari; Satakan Baturiti yang terdiri dari 6 bendesa adat, satakan Candi Kuning terdiri 5 bendesa adat, satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat dan satakan Bangah terdiri dari 3 bendesa adat. Kawasan Pura Ulun Danu di danau Beratan Bedugul tersebut memiliki 5 buah komplek pura dan satu stupa Budha, ini menandakan saat berdirinya pura Ulun Danu tersebut sudah terjadi akulturasi budaya Hindu dengan Budha yang merupakan keselarasan dan harmoni antar umat beragama. Lima komplek pura tersebut diantaranya :
1. Pura Penataran Agung, yang menjadi tempat pemujaan Tri Purusha Siwa yaitu Dewa Siwa, Sadha Siwa dan Parama Siwa
2. Pura Dalem Purwa sebagai stana Bhatari Durga dan Dewa Ludra
3. Pura Taman Beji sebagai tujuan upacara melasti dan memohon Tirta amertha
4. Pura Lingga Petak yang terletak di tengah danau sebagai sumber utama air dan kesuburan sebagai stana Dewi Sri
5.  Pura Prajapati sebagai stana Dewi Durga

Source : http://www.balitoursclub.net/sejarah-pura-ulun-danu-beratan/ ; http://www.balitreetop.com/?goto=home&lang=en

     Aku ke Bedugul itu kayaknya udah lebih dari 3 kali, karena ada rumah saudaraku yang kebetulan disana. Biasanya sekalian mampir dan mlipir kesini gitu. Disini udaranya hampir mirip sama Kintamani sih, karena sama-sama berada diatas gunung gitu lah. Enak udaranya sejuk banget, dingin-dingin menyejukkan. Foto diatas tuh aku ambil pas study tour (karena pas sama keluarga itu jaman jadul hehe). Tapi beneran ciamik kok tempatnya. Selalu ramai pengunjung juga. Ada tamannya juga bisa foto-foto ala India gitu deh hehe. Harga tiket masuk disini itu sekitar 10.000/orang untuk dewasa WNI dan 7.500/orang untuk anak WNI sedangkan untuk WNA sekitar 30.000/orang untuk dewasa dan 15.000/orang untuk anak (Ini juga bisa berubah sewaktu-waktu ya karena kebijakan Pemda). Untuk jam buka biasanya jam 8 pagi WITA - 6 sore WITA, tapi kalau lagi hujan dan kabut biasanya akan ditutup lebih cepat. Sedangkan biaya parkir itu untuk mobil sekitar 5.000, 10.000 untuk bus dan 2000 untuk motor.
     Selain ada Pura Ulun Danu ini, Bedugul juga punya destinasi lain yaitu Bedugul Kebun Raya Bali- Botanical Garden. Aku udah pernah sih kesini tapi dulu waktu masih SD apa SMP gitu ya lupa hehe dan belum ada fotonya juga. Ini tuh mungkin semacam Kebun Raya Bogor kali ya. Ada bukit-bukit gitu buat piknik dan ada area yang namanya Bali Tree Top Adventure Park, barengan sih sama Kebun Raya ini tapi biayanya beda, karena ini berisi permainan memacu adrenalin macam flying fox gitu.
 

 
                          Source: google
Oiya buat kalian iKONIC pasti tau kan sama iKON Summer Time yang mereka ke Bali beberapa waktu lalu. Nah salah satu tempat yang dikunjungi sama mereka tuh disini. Emang tempatnya adem dan luas banget jadi mau foto dengan spot manapun ada gitu. Untuk harga tiket masuk Kebun Raya sekitar 9.000/ orang, belum tahu sih untuk WNI atau WNA sama apa enggak (harga juga bisa berubah ya), trus untuk parkirnya 3000-an untuk motor, 6000-an buat mobil dan 12.000 buat bis. Kalau mau bawa mobil masuk ke kawasan Botanical Gardennya dikenai biaya 12.000/mobil. Kalau untuk Bali Tree Top Adventure Park aku ambil dari web-nya langsung. 

Walk-in Price

CATEGORY
< 10.30am
> 10.30am
w/o booking
w/ booking
w/o booking
w/ booking
Adult
USD 25
USD 22
USD 28
USD 25
Child (≤ 12 y/o)
USD 16
USD 14
USD 18
USD 16
Family Package (2 adults + up to 2 children)
USD 65
USD 57
USD 73
USD 65

INCLUDES:

2 hours and 30 minutes access to all 7 levels of circuit and 72 challenges
Safety equipment
Assistance and support by professional instructors
European safety standards (EN 15567-1) controlled by French management
Insurance
Drinking Water (Aqua)

We accept cash payment in Indonesian Rupiah and credit or debit cards
The price doesn't include the entrance fee to the Botanical Gardens which is 18.000 Rp (1,5 USD)

Package

CATEGORY
PUBLIC RATE
Adult
USD 69
Child (≤ 12 y/o)
USD 51
Family Package (2 adults + up to 2 children ≤ 12 y/o)
USD 188

INCLUDES:

Air Conditioned private transportation from your hotel (Kuta, Sanur, & Nusa Dua)
Entrance and visit of Ulun Danu Bratan Temple
Entrance to Bedugul Botanical Garden
Lunch at Lake Bratan (excluding drinks)
Safety equipment
Assistance and support by professional instructors
European safety standards (EN 15567-1) controlled by French management
Insurance (for age up to 65 years old)
Customize your own VIP Day Trip with:
Private transportation
Full access to the Circuits
Buffet lunch
Ulun Danu temple
Munduk waterfall
Pick-up time (morning): 08h00 - Return: 15h00
Minimum: 2 people (2 adults)

Group

Bali Treetop receives large groups from :
 1. Companies for Outing, Team Building or Promotional Events
 2. Schools
 3. Family (Private parties, Birthday, etc.)

WE CAN PROVIDE:

 1. Full private rental of Bali Treetop from 2 hours and 30 minutes to full day
 2. Catering (Buffet lunch in front of Bali Treetop)
 3. Coffee breaks
 4. Additional Games (Team Building Games)
 5. Sound System
 6. Meeting Room
Please contact us with your requirements for a quotation

Nah untuk Group kalian bisa contact nomor mereka di 62-361-9340009 atau kunjungin webnya langsung. Webnya berbahasa inggris yaa jadi kalau pas baca tolong diperhatikan dengan baik. Satu lagi mereka patokan harganya pake USD jadi kalau sekarang 1 rupiah itu 16.000-an tinggal dikalikan saja ya :)

Okay! Kita sudah bahas sampai nomor 10 tentang tempat wisata yang pernah aku kunjungin. Untuk info lebih lanjut kalian bisa tanya di kolom komentar atau bisa search di google. Tapi kalau aku sih saranin buat cari web resminya hehe. Karena aku selalu dadakan kalau kesana jadi aku jarang cek harga hehe, langsung datang bayar dan masuk
See you in next chapter xoxo.



Comments

Popular posts from this blog

JUNG SKIN CARE

EFEK KOMUNIKASI MASSA

BOYFRIEND